Kamis, 13 Januari 2011

Inovasi Aplikatif Dalam Managemen Infrastruktur Air Bersih Berkualitas

Merujuk pada berbagai daerah di Pulau Jawa
Tingkat pelayanan air minum nasional di perkotaan hingga akhir 2009 mencapai 45% dengan sekitar 8 juta sambungan rumah. Capaian tersebut masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 66% pada tahun 2009. Kinerja PDAM masih menjadi sorotan karena berbagai hal, dari mulai manajemen operasional, pembiayaan, hingga kualitas dan kuantitas air baku. Persoalan kualitas dan kuantitas air baku masih dirasakan sebagian besar PDAM, terutama di Pulau Jawa yang mulai mengkhawatirkan. Masalah air baku masih setia mengiringi permasalahan lain PDAM seperti tarif air yang di bawah harga produksi, kebocoran, hingga belitan hutang.
Edisi April 2010, penyebab pencemaran air diwarnai dengan permasalahan bidang persampahan yang sudah lama tidak tertangani. Saat ini pemerintah sudah menetapkan program nasional berkaitan dengan TPA yaitu: 1) Penutupan TPA metode open dumping (revitalisasi) dan menggantinya dengan metode sanitary landfill untuk kota-kota metro dan besar serta metode controlled landfill untuk kota-kota sedang dan kecil, 2) Mengembangkan pembangunan TPA Regional. TPA Regional merupakan solusi yang paling tepat untuk mengatasi masalah persampahan dan keterbatasan lahan yang dihadapi khususnya oleh kota-kota besar di Indonesia. Seperti : Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem telah memulai inisiatif untuk membuka TPA regional yang akan dikelola bersama, yang terletak di Kabupaten Bangli.
Merangkum dari masalah mengenai distribusi dan pencemaran air bersih, Departement Cipta Karya kota Surabaya merencanakan program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Program tersebut guna Menjamin Air Baku Untuk Air Minum yang dilakukan dijalankan melalui proyek di bawah ini : 
 
a)Pendekatan teknis
Pembangunan waduk, saluran irigasi, danau buatan, telaga buatan. Berikut gambar LisWaduk Jatigede dibangun selain untuk keperluan irigasi seluas 90 ribu ha juga akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air yang akan menghasilkan 110 MW. berikut gambar yang diperoleh dari Waduk Jatigede:

b)Pendekatan Non teknis
Menurut Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, “Permasalahan sumber daya air tidak cukup diatasi melalui pendekatan teknis (pembangunan bendungan, waduk) saja melainkan juga perlu pendekatan nonteknis seperti public awareness campaign”. Pendekatan nonteknis ini diwujudkan dalam penanaman pohon oleh masyarakat, lomba bersih sampah, pembuatan lubang biopori, berbagai lomba untuk kalangan pelajar, FAI (Forum Air Indonesia), dan berbagai seminar. hal tersebut dapat ditemui pada Balong Darmaloka, salah satu sumber air PDAM Kab. Kuningan memiliki luas areal 3 hektar meliputi daratan dan luas kolam yang dikelilingi pohon tropis.

c) Sinergi Program
Ditjen Cipta Karya dalam lima tahun ke depan akan memfokuskan peningkatan kualitas air dengan menambah anggaran di bidang sanitasi.hal tersebut telah diwujud pada pengelolahan Air PDAM di Cilacap
 
d) 30 Proyek KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta) 


e)BLUD AM (Badan Layanan Umum Daerah Air Minum) sebagai alternative pengelolahan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). hal tersebut juga terwujud dalam SPAM IKK Belakang Padang, Kota Batam kapasitas 20 L/dt masih dikelola UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) 

f) Pengelolahan Sampah Modern, seperti yang terdapat pada Kolam Leatchate TPA BANGLI

Foto Kiri : kolam leachate TPA Bangli
Foto Kanan : TPA Bangli setelah dioprasikan







 


 
 


Kemukakan pendapat anda pada kolom komentar dibawah ini, baik berupa kritik, saran, atau inovasi baru dalam management Infrastruktur sanitasi air bersih